Tata Cara Sholat Tahajud Sesuai Sunnah Nabi LENGKAP!

Tata cara sholat tahajud lengkap. Ibadah di waktu malam adalah suatu ibadah yang paling tepat untuk membangun kekuatan mental manusia. Karena itulah sejak masa silam para orang soleh memiliki kebiasaan bermunajat kepada Allah di malam hari. Nabi Rasulullah biasa melakukan sholat tahajud sebanyak 11 atau 13 rokaat. Namun, jika menurut Anda cara sholat tahajud sesuai nabi terlalu berat bisa bisa melakukan 3 rokaat, yaitu 2 rokaat salam kemudian 1 rokaat witir.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahkan menyebut salat tahajud sebagai salat yang paling afdhol setelah salat wajib. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Shalat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah salat malam” (Hadits Riwayat Muslim).

Cara sholat tahajud lengkap

Ini semua menunjukkan sholat tahajud atau sholat malam adalah salat yang istimewa dalam Islam. Lalu bagaimana cara sholat tahajud yang benar sesuai ajaran rasulullah? Berikut ini penjelasanya secara lengkap.

Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap

Sebelum melaksanakan sholat sebaiknya mengetahui waktu sholat, rukun, jumlah rokaat terlebih dahulu. Dan berikut ini adalah rincianya.

Waktu sholat tahajud.

Waktu sholat tahajud adalah antara setelah isya sampai subuh. Sholat tahajud boleh dikerjakan di awal malam, pertengahan malam, atau akhir malam. Ini semua pernah dilakukan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Sahabat Anas bin Malik yang pernah menjadi pembantu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menceritakan:

“Setiap kami bangun agar ingin melihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sholat malam, pasti kami bisa melihat beliau salat” (Hadits Riwayat Bukhari dan An-Nasa’i)

Artinya kami bisa menjumpai sholat malam yang dilakukan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Terkadang di awal malam, pertengahan malam dan terkadang di akhir malam dan waktu yang paling utama untuk sholat tahajud adalah di akhir malam. Karena ini adalah waktu mustajab untuk doa.

Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ketika malam terakhir. Lalu Allah berfirman “Siapa yang memanjatkan doa padaku, maka aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepadaku maka aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun kepadaku aku akan mengampuninya.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Jika seusai tahajud masih ada waktu sisa dianjurkan untuk tidur sejenak sebelum subuh. Agar tidak mengantuk ketika salat subuh.

Apakah sholat tahajud harus tidur dulu.?

Ada dua istilah umum untuk menyebut kegiatan ibadah di malam hari. Yang pertama Qiyamul Lail yang kedua tahajud. Dalam ensiklopedia fiqih dinyatakan sholat malam mulai lebih umum daripada tahajud. Karena sholat malam mulai mencakup semua kegiatan ibadah di malam hari baik berupa sholat, membaca Al Quran, belajar mengkaji ilmu agama atau dzikir.

Sementara tahajud hanya khusus untuk ibadah berubah salat. sementara ibadah lainnya selain shalat tidak disebut tahajud. Karena itulah sebagian ulama berpendapat untuk bisa disebut sebagai [su_highlight background=”#07bd57″ color=”#ffffff”]tahajud harus tidur dulu[/su_highlight].

Sebagaimana keterangan Ar-Rafii salah satu ulama Syafi’i dalam kitab syarhul Khabir. Jika sholat itu dikerjakan sebelum tidur tidak disebut tahajud. Meskipun terhitung sebagai Qiyamul Lail. Meskipun ulama lainnya mengatakan bahwa ini bukan syarat. Artinya orang bisa langsung melakukan tahajud sekalipun dia belum tidur.

Baca juga : Doa Sholat Dhuha Lengkap dengan Artinya

Sholat sunnah Iftitah bagi yang bangun dari tidur untuk tahajud disunnahkan sebelum shalat malam agar dibuka dengan dua rakaat ringan terlebih dahulu. Aisyah radhiallahu Anhu menceritakan :

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jika hendak melaksanakan salat malam beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan salat 2 rokaat yang ringan.” (Hadits Riwayat Muslim)

Jumlah rakaat sholat tahajud.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam terbiasa mengerjakan shalat malam tidak lebih dari 11 atau 13 rokaat. Aisyah menceritakan :

,مَاكَانَ يَزِيْدُ فِى رَمَضَانَ وَلَا غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah menambah salat malam di bulan Romadhon dan bulan lainnya lebih dari 11 rokaat.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kemudian dalam hadis lain dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma beliau menceritakan :

“Nabi Shallallahu Alaihi Wa biasa melaksanakan sholat malam 13 rokaat.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bolehkah mengerjakan salat malam lebih dari 11 rokaat. Jumlah rakaat shalat malam seperti yang dilakukan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bukanlah pembatasan. Seseorang boleh melakukan salat malam kurang dari 11 rokaat. Sebagaimana dia juga boleh mengerjakannya lebih dari 11 rokaat.

Tidak ada khilaf bahwa tidak ada batasan jumlah rakaat dalam salat malam, tidak mengapa ditambah atau dikurang. Alasannya, sholat malam adalah bagian dari ketaatan yang apabila seseorang menambah jumlah rokaatnya maka bertambah pula pahalanya.

Jika dilakukan seperti ini, maka itu hanya menyelisihi perbuatan Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan menyelisihi pilihan yang beliau pilih untuk dirinya sendiri. Hanya saja ulama berbeda pendapat mana yang lebih afdhol. Mengerjakan salat malam dengan jumlah rokaat sedikit namun bacaannya panjang ataukah mengerjakan shalat dengan jumlah rokaat banyak namun bacaannya pendek.

Kesimpulan yang tepat “Barangsiapa yang ingin memperlama berdiri dan membaca surat yang panjang dalam salat malam, maka dia bisa mengerjakannya dengan rokaat yang sedikit. Namun jika ia ingin tidak terlalu lama berdiri dan membaca surat pendek hendaklah dia bisa memperbanyak jumlah rokaatnya.” (At-Tarsyid, Musthofa al-‘Adawi, hlaman 146-149)

Rukun Sholat Tahajud

Pada dasarnya melakukan ibadah sholat tahajud tidak berbeda dengan sholat pada umumnya. Yang membedakan adalah niat dan jumlah rokaatnya saja. Dari segi gerakan sholat tentu sama saja.

1. Niat

Niat dilafalkan berbarengan saat takbiratul ihram. Niat dibaca di dalam hati, bukan diucapkan dengan lidah. Dan berikut bacaan niat sholat tahajud

أُصَلِّي سُنّةَ التَهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ ِللَهِ تَعَاليَ

“Usholli sunnata tahajudi rokataini lillahi ta’ala”

Artinya : Aku niat shalat sunnah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.

2. Takbiratul Ihram

3, Berdiri bagi yang mampu

4. Membaca surat Al Fatihah

5. Ruku dengan thumaninah

6.I’tidal dengan thumaninah

7. Sujud dua kali dengan thumaninah

8. Duduk diantara dua sujud dengan Thumaninah

9. Duduk akhir

10 Membaca Tasyahud atau Tahiyyaat akhir pada duduk akhir

11. Shalawat atas Nabi saw pada duduk akhir

12. Salam yang pertama

13. Tertib

Cara mengerjakan sholat tahajud

Secara umum sholat dikerjakan 2 rakaat salam, dua rakaat salam. Kemudian di penghujungnya ditutup dengan Witir 1 rakaat. Ibnu Umar radhiallahu anhuma pernah menceritakan ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tentang tata cara salat malam.

Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wasallam menjelaskan :

“Sholat malam itu dua rokaat dua rokaat. Jika salah seorang diantara kalian takut masuk waktu subuh, maka Kerjakanlah 1 rokaat. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Baca juga : Tidak Hafal Bacaan Sholat, Apa Hukum Sholatnya Sah?

Karena itu sholat tahajud sekaligus witirnya dikerjakan dengan jumlah rokaat ganjil. Bisa 3 rokaat, 5 rokaat, 7 rokaat, 9 rokaat atau 11 rokaat bisa juga lebih dari itu dengan bilangan ganjil.

Tata cara sholat tahajud rokaat ganjil

1. Sholat tahajud 11 rokaat

Dikerjakan 2 rokaat – 2 rokaat kemudian witir 1 rakaat di penghujungnya. Berarti salam setiap 2 rokaat sampai rokaat ke 10 dan diakhiri 1 rokaat witir. Seperti yang dilakukan Rasulullah pada saat sholat tahajud 11 rokaat. Aisyah menceritakan :

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan salat malam 11 rakaat, salam di setiap 2 rakaat dan melakukan Witir 1 rakaat.” (Hadits Riwayat Muslim)

2. Sholat tahajud 9 rokaat

Dikerjakan 8 rakaat sekaligus, kemudian duduk tasyahud awal dan langsung berdiri ke rokaat ke 9 dan duduk di tasyahud akhir lalu salam.

Aisyah menceritakan:

“Kami dahulu biasa menyiapkan Siwa dan air wudhu untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemudian Allah bangunkan beliau di malam hari. Beliau langsung bersiwak kemudian berwudhu. Lalu beliau mengerjakan sholat tahajud 9 rokaat tidak duduk kecuali pada rokaat yang kedelapan. Lalu membaca tasyahud kemudian bangkit dan tidak salam. Beliau berdiri ke rokaat 9 kemudian duduk tahiyat akhir membaca tasyahud lalu salam dengan suara yang didengar oleh kami. Kemudian beliau melakukan salat lagi dua rokaat dengan posisi duduk.” (Hadits riwayat Muslim)

3.  Sholat tahajud 7 rokaat

Dikerjakan 7 rakaat sekaligus tanpa tasyahud awal dan hanya duduk di tasyahud akhir.

Aisyah radhiyallahu Anhu menceritakan:

Cara sholat tahajud yang dikerjakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

“Ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sudah berusia lanjut dan sudah mulai gemuk. Beliau melakukan witir 7 rokaat tidak duduk kecuali di akhir salat.” (Hadits Riwayat Muslim)

Bisa juga duduk tasyahud awal di rokaat ke 6 , kemudian bangkit lagi ke rokaat 7 lalu salam.  Sebagaimana yang diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu anha dalam hadis sahih yang diriwayatkan Ibnu Hibban.

4. Sholat tahajud 5 rokaat

Dikerjakan 5 rakaat sekaligus dan hanya duduk di tasyahud akhir. Dari Abu Ayyub Radiallahu anhu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Siapa yang ingin mengerjakan witir 5 rakaat, silahkan. Siapa yang hendak witir 3 rakaat, silahkan.” (Hadis riwayat Abu Dawud)

“Dan Aisyah pernah menceritakan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah melakukan Witir 5 rakaat sekaligus, dengan hanya duduk tasyahud akhir.” (Hadits riwayat Muslim)

5. Sholat tahajud 3 rokaat

Dikerjakan dengan cara yang tidak mirip dengan salat magrib. Bisa dengan 3 rokaat sekaligus atau 2 rakaat salam kemudian sholat 1 rokaat.

“Ibnu Umar radhiallahu anhuma menceritakan Witir Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang 3 rokaat. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memisahkan antara rokaat genap dan ganjil, dengan salam yang beliau keraskan agar kita dengar.” (Hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban)

Bisa juga dengan dikerjakan 3 rakaat sekaligus sebagaimana dinyatakan dalam hadits dari Abu Ayyub Radiallahu anhu.

Baca juga : Meninggalkan Sholat Bertahun Tahun, Wajib Mengganti?

6. Mengqodho shalat tahajud karena udzur

Bagi orang yang tidak melaksanakan salat tahajud karena udzur seperti ketiduran atau sakit. Boleh mengqadha nya di siang hari sebelum Dhuhur.

Aisyah radhiyallahu anha menceritakan “Apabila Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak sempat sholat tahajud karena sakit atau udzur lainnya, Beliau mengqodhonya di siang hari dengan mengerjakan 12 rokaat.” (Hadits Riwayat Muslim)

Karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam terbiasa sholat 11 rokaat beliau melakukan qodho di waktu Dhuha sebanyak 12 rokaat.

Demikian artikel yang panjang ini mengenai tata cara sholat tahajud lengkap. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda dan menambah wawasan baru.

Mohon maaf komentar di blog ini saya non aktifkan. Bagi Anda yang ingin memberikan saran/kritik/komentar/pesan bisa menuju ke halaman fanspage kami https://www.facebook.com/hafiziazmID