Bagaimana Cara Bertaubat Yang Benar Kepada Allah?

Assalamualaikum. Bagaimana cara bertaubat yang benar kepada Allah agar dosa besar maupun kecil dapat diampuni? Berikut ini Hafizi Azmi akan memberikan tata cara taubat yang benar.

Sungguh beruntung menjadi umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena Syariat yang ditetapkannya tidak memberatkan umatnya. Bertaubat misalnya, bagi umat terdahulu seperti syariat Nabi Musa Alaihissalam dengan cara saling membunuh sebagai penghapus dosa taubatnya.

Seperti yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya; Hai kaumku, Sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu) maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu, maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya dialah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha penyayang.” (Q.S. Al-baqarah ayat 54)

Cara bertaubat

Tentu saja Ini sangat berat untuk dijalani, kecuali orang-orang yang benar-benar mempunyai tekad kuat untuk bertaubat. Maka sungguh kemurahan luar biasa dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk kita umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

Tata Cara Bertaubat Dari Dosa Besar

Kekufuran, kekejian dan dosa-dosa besar tidak langsung diazab, akan tetapi ada tanggung waktu untuk bertaubat. Jika mereka bertobat, dosa mereka akan dihapuskan dan bagi mereka pahala di akhirat. Tetapi terbukanya Pintu Taubat merupakan bagian dari rahmat Allah ta’ala kepada umat ini. Taubat masih tetap berlaku sebelum nyawa sampai di kerongkongan dan matahari terbit dari barat.

Ada beberapa cara taubat kepada Allah yang harus Anda lakukan berikut ini:

  • Beristighfar
  • Berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi.
  • Sholat Taubat
  • Melakukan amal sholeh

1. Beristighfar

Salah satu keutamaan istighfar yaitu dapat mengikis dosa yang pernah kita lakukan. Jika seorang muslim melakukan dosa kecil maupun besar dan beringinan untuk bertaubat, maka coba dengan membaca istighfar sebanyak mungkin.

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sementara engkau (Muhammad) masih berada di antara mereka. Dan Allah juga tidak akan mengazab mereka selama mereka beristighfar.” (Al Quran Surat Al-Anfal ayat 33)

Baca juga : Cara Taubat Dari Dosa Zina

2. Berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi.

Berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi merupakan cara bertaubat nasuha yang benar. Menurut Imam Nawawi ada tiga syarat yang wajib dilaksanakan dalam pelaksanaannya apabila maksiat yang dilakukan adalah urusan antara manusia dan Allah, yaitu :

1) meninggalkan perilaku dosa tersebut;

2) menyesali perbuatan yang telah dilakukan;

3) berniat tidak melakukannya lagi selamanya.

Sedangkan jika maksiat yang dilakukan terkait hak sesama manusia (Haqqul Adami) setelah ketiga syarat sebelumnya ditambah dengan membebaskan diri dari hak manusia yang dizalimi. Apabila menyangkut harta adalah dengan mengembalikan harta tersebut, dan apabila menyangkut non-materi seperti fitnah, gibah, dan yang lainnya maka agar meminta maaf kepada yang bersangkutan

3. Sholat taubat

Cara bertaubat pun tak serumit kaum terdahulu. Umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ketika melakukan dosa dan kekejian seberat apapun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan cara bertaubat dengan ringan di antaranya disyariatkannya shalat taubat.

Para ulama bersepakat tentang disyariatkannya Shalat Taubat ini. Diriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq radhiallahu Anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Tidaklah seorang hamba berbuat 1 dosa lalu ia bersuci dengan baik lalu berdiri untuk sholat dua rakaat kemudian memohon ampun kepada Allah melainkan Allah akan mengampuni dosanya.”

Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam membaca ayat al-quran :

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, selalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. (Al Quran Surah Ali Imron ayat 65).” (Hadits riwayat Abu Daud)

Baca juga : Dosa Besar Selain Syirik

Penulis sahih Fiqih Sunnah mengomentari hadits ini. Dalam sanadnya terdapat kelemahan hanya saja Ayat tersebut menguatkan maknanya. Disamping itu Hadits ini juga disahihkan oleh sebagian ulama. Abu Darda Radiallahu Anhu menuturkan, aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Siapa yang berwudhu dan memperbagus wudhunya, lalu berdiri shalat 2 rakaat atau 4 (salah seorang Perawi ragu), ia memperbagus berzikir dan khusuk dalam shalatnya, kemudian beristighfar meminta ampun kepada Allah Azza wa Jalla, pasti Allah mengampuninya.” (Hadits riwayat Ahmad)

4. Memperbanyak amal sholeh

Selain itu juga disunnahkan baginya untuk memperbanyak amal sholeh lainnya. Ini didasarkan kepada firman Allah ta’ala:

“Dan sesungguhnya aku maha pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal soleh. Kemudian tetap di jalan yang benar.” (Al Quran Surah Thaha ayat 82)

Diantara amal-amal utama yang bisa dikerjakan oleh orang yang bertaubat antara lain shodaqoh. Mengapa? karena shodaqoh termasuk sebab besar yang menghapuskan dosa.

“Jika kamu meletakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahan umum. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Quran Surah Al Baqarah ayat 271)

Nah, itulah tata cara bertaubat yang benar kepada Allah. Lakukan dengan niat dan tulus ketika ingin bertaubat. Terkadang banyak godaan ketika proses taubat sedang berlangsung. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.