Bahaya Syirik Bagi Manusia di Dunia dan Akhirat

Bahaya Syirik. Kesyirikan merupakan dosa paling berbahaya dan paling besar yang dilakukan oleh manusia. Ada yang beranggapan bahwa dosa syirik tidak diampuni oleh Allah. Sungguh sangat besar sekali dampak buruk bagi orang yang melakukan dosa syirik. Syirik merupakan perbuatan menyamakan sesuatu selain Allah atau menyekutukan.

Orang yang melakukan perbuatan syirik harus siap menghadapi bahaya syirik yang akan datang padanya. Baik di dunia maupun di akhirat kelak nanti. Untuk mengetahui lebih lanjut berikut adalah 10 ulasan ringkas mengenai bahaya Syirik.

Bahaya syirik

10 Bahaya Syirik di Dunia dan Akhirat

Terdapat 10 bahaya dosa syirik yang harus Anda ketahui. Karena dampak buruknya sangatlah besar baik itu di dunia maupun di akhirat nanti.

1. Dosa syirik besar tidak akan diampuni oleh Allah.

Bahaya syirik yang pertama adalah tidak diampuni Allah. Yang dimaksud adalah jenis dosa syirik besar dan ia tidak melakukan taubat nasuha sebelum meninggal. Namun jika ia mau bertaubat atau kembali kepada Allah dan tidak melakukan perbuatan itu lagi. Maka Allah yang maha pengampun itu akan memaafkannya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dosa syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).

2. Tersesat di dunia dan akhirat.

Selanjutnya yaitu akan tersesat di dunia dan di akhirat. Maksud dari tersesat bukan berarti tidak tau arah jalan. Namun artinya adalah penyimangan dari petunjuk Allah atau biasa disebut dengan Dholalah atau kesesatan.

Baca juga : Dosa Syirik Tidak Diampuni Allah, Benarkah?

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116).

3. Syirik besar, seluruh amalannya akan terhapus.

Bahaya syirik besar ini tidak hanya tidak diampuni dosanya jika tidak bertaubat. Namun ada juga yaitu seluruh amalanya akan terhapus. Amal kebaikan yang diperoleh akan sia sia saja jika perbuatan syirik ini dilakukan. Seperti yang terkandung dalam Alquran surat Al-An’am

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al Quran Surat Al An’am: 88).

4. Allah dan Rasul berlepas diri dari orang syirik.

Seperti yang sudah saya jelaskan di poin pertama bahaya syirik. Bahwa orang yang melakukan perbuatan syirik akan terhindar dari petunjuk Allah dan juga Rasul-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin”. (Al Quran surat At Taubah: 3).

5. Menimbulkan kekhawatiran dan hilang rasa aman di dunia dan akhirat.

Dampak dari syirik tidak hanya di dunia saja. Di akhirat kelak nanti juga akan ada balasan bagi orang yang menyekutukan Allah. Sebagaimana firman Allah yang artinya:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al Quran surat Al An’am: 82).

6. Akan Masuk Neraka

Sesuai dengan isi kandungan surat Al Maidah ayat 72  yang menyebutkan bahwa orang yang berbuat syirik haram baginya masuk surga. Artinya dia akan masuk kedalam neraka dan tidak ada satu orang pun yang menolongnya.

Dari Jabir, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَن مَاتَ لَا يُشرِكَ بِاللهِ شَيئَا دَخَلَ الجَنَّةَ وَمَن مَاتَ يُشرِكُ بِاللهِ شَيئَا دَخَلَ النَّارَ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (Hadist riwayat Muslim no. 93).

Baca juga : Tidak Bisa membaca Al Quran, Apakah Berdosa?

7. Syirik akbar membuat pelakunya kekal dalam neraka.

Bahaya syirik ke tujuh ini berkaitan dengan yang sebelumnya. Bahwa orang yang meninggal dalam keadaan berbuat syirik akan ditempatkan di neraka dan kekal di dalamnya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (Al Quran surat Al Bayyinah: 6).

8. Syirik adalah paling buruk perbuatan zhalim dan dosa.

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (Al Quran surat Lukman ayat 13).

Allah subhanahu wa ta’alan juga berfirman yang artinya:

Artinya: “Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (QS. An Nisa’: 48).

9. Syirik menghapuskan cahaya fithrah seorang hamba.

Karena seorang hamba pertama kali dijadikan dalam keadaan fithrah yaitu di atas tauhid dan ketaatan. Allah -ta’ala-berfirman:

“(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Al Quran surat Ar Rum: 30).

Begitu pula sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam:

“Tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan di atas fithroh. Ayahnya-lah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi. Sebagaimana binatang ternak melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, apakah kamu melihat ada yang cacat padanya?” Lantas Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- membacakan ayat (yang artinya), “Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu” (HR. Bukhari no. 1358 dan Muslim no. 2658).

10. Syirik khafi akan menghapus amalan yang terkait dengannya.

Bahaya syirik yang terakhir adalah syirik khafi.  Yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat, seperti riya’ (ingin dipuji orang) dan sum’ah (ingin didengar orang) dan lainnya. Orang yang melakukan hal demikian akan terhapus amalanya.

Syirik khafi ini lebih dikhawatirkan dari al-Masih Dajjal dan lebih dikhawatirkan akan menimpa umat Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Baca juga : Cara Meruqyah Anak kecil

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatau yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) al-Masih ad-Dajjal? Para sahabat berkata, “Tentu saja”. Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya “. (HR. Ahmad dalam musnadnya. Dihasankan oleh Syaikh Albani Shahiihul Jami’ no.2604).

Dan itulah pembahasan mengenai bahaya syirik bagi manusia di dunia dan akhirat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda semua.

Mohon maaf komentar di blog ini saya non aktifkan. Bagi Anda yang ingin memberikan saran/kritik/komentar/pesan bisa menuju ke halaman fanspage kami https://www.facebook.com/hafiziazmID