Pengertian Istidraj dan Cara Menghindarinya

Pengertian istidraj dan cara menghidari istidraj. Hafizi Azmi blog islami masa kini hadir kembali untuk memberikan informasi islami terkini kepada Anda. Semoga pembahasan mengenai istidraj ini bermanfaat untuk Anda semua. Seperti yang tertera di judul post ini yaitu jebakan kenikmatan rezeki. Kenikmatan rezeki yang seperti apa yang dimaksud? Apakah itu baik atau bahkan tidak baik dan berdosa?

Mungkin selepas membaca pengertian istidraj berikut ini Anda akan berfikir kebelakang mengenai rezeki. Apakah rezeki yang Anda dapat merupakan nikmat yang Allah berikan yaitu rezeki barokah. Dan berikut ini adalah pembahasan mengenai pengertian istidraj dan cara menghindarinya.

istidraj

Pengertian Istidraj

Istidraj dalam bahasa Arab yaitu da-ra-ja (Arab: درج ) yang memiliki arti naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Istidraj dari Allah kepada hamba dapat dipahami sebagai hukuman atau jebakan yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung.

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kenikmatan rezeki dari Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada seluruh manusia atas perilaku maksiat yang dilakukan. pengertian lain dari Istidraj adalah hukuman atas azab yang berbungkus kenikmatan. Membuatnya merasa terbuai dengan apa yang ia miliki dan akhirnya makin membuatnya jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala. Seperti yang tertera pada kandungan surat Al An’am berikut ini.

Baca juga : Pengertian Israf dan Cara Menghindarinya

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa” (QS. Al-An’am ayat 44)

Pernahkah Anda melihat orang yang sukses namun dalam kesehariannya tidak pernah melakukan ibadah. Atau orang yang pintar dalam bidang pendidikan namun jarang ibadah? Mungkin itu contoh istifraj yang diberikan Allah.

Cara Menghindari Istidraj

Ada 3 cara yang bisa dilakukan untuk menghindari istidraj. Dan berikut penjelasanya.

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan

Cara menghindari istidraj yang pertama adalah meningkatkan keimanan dan ketakqaan kepada Allah. Jadikan keimanan dan ketakwaan kepada Allah sebagai landasan bagi kita dalam menjalankan kehidupan di dunia ini. Karena dengan dasar iman dan taqwa inilah keberkahan yang sesungguhnya bisa kita dapatkan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya :

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pasti lah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS al-a’raf ayat 96)

2. Mengerjakan amal sholeh dan hubungan baik terhadap semua mahkluk

Tidak hanya hubungan dengan Allah subhanahu wa ta’ala saja. Islam juga mengajarkan kita untuk berhubungan baik terhadap semua makhluk ciptaanNya. Karena kebaikan yang kita berikan kepada sesama juga akan dibalas kebaikan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-nahl ayat 97)

3. Berdoa

Terakhir agar terhindar dari istidraj yaitu dengan melakukan berdoa. Doa merupakan senjata yang paling ampuh bagi kaum muslimin. Berdoa dengan sungguh-sungguh merupakan cara kita meminta kepada Allah secara langsung agar diberikan keberkahan harta, waktu, keluarga dan juga kenikmatan kenikmatan dunia yang lainnya.

Baca juga : Jarang Ibadah Tapi Sukses?

Tidak salah jika kita menikmati karunia dan rahmat yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagai bentuk syukur dengan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan. Namun juga jangan sampai nikmat tersebut melalaikan kita, menjadikan kita malas untuk beribadah, berbangga diri dan menyepelekan orang lain. Bahkan membuat kita semakin jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ingatlah bahwa sebaik-baiknya kenikmatan ialah yang akan kita dapatkan di akhirat kelak kenikmatan yang kekal selama-lamanya.

Demikian pembahasan mengenai pengertian istidraj dan cara menghindarinya. Semoga kita terhindar dari istidraj dan juga kita mau menasihati orang lain untuk tidak melakukan hal demikian.

Mohon maaf komentar di blog ini saya non aktifkan. Bagi Anda yang ingin memberikan saran/kritik/komentar/pesan bisa menuju ke halaman fanspage kami https://www.facebook.com/hafiziazmID