Sulit Mendapatkan Rezeki Padahal Sudah Kerja Keras, Ketahui Penyebabnya!

Sulit Mendapatkan Rezeki Padahal Sudah Kerja Keras, Ketahui Penyebabnya!

REZEKI – Ada akibat pasti ada sebab, itulah yang harus kita pikirkan kenapa sulit mendapatkan rezeki. Periksalah diri kita sendiri, tanpa kita sadari susahnya rezeki itu bisa karena ulah kita sendiri. Kenapa demikian? Simak baik-baik..

Masalah susah rezeki merupakan salah satu perkara yang banyak menyita perhatian kalangan manusia. Tak jarang ada sebagian yang menjadi budak dunia. Bahkan ada juga sejumlah besar umat Islam memandang bahwa berpegang dengan ajaran Islam akan menyempitkan peluang dalam mengais rezeki.

Sulit mendapatkan rezeki

Yang lebih parah lagi, jika seseorang mengalami kesusahan rejeki ia tidak lagi mengenal hukum halal haram dalam bisnisnya. Beragam cara dilakukan agar rezeki masuk ke kantong tanpa mengenal halal dan haram.

Dalam kondisi demikian, apa yang harus dilakukan?

Penyebab Rezeki Susah Masuk

Yang harus Anda lakukan terlebih dahulu yaitu dengan cara mengetahui sebab kesusahan yang dialami. Kurang lebih penyebabnya seperti ini:

  • Sering berbuat maksiat.
  • Tidak pernah berdoa.
  • Menggunakan barang yang haram.
  • Sering melakukan perbuatan zalim.

Segeralah berubah jika anda tidak ingin mendapatkan kesusahan, kegagalan dan musibah lainya. Lakukan amalan berikut ini.

Loading...

Solusi Sulit Mendapatkan Rezeki

Jika sudah tau sebabnya, sebaiknya segeralah kembali kepada Allah. Dalam artian, tingkatkan iman kita kepada Allah, karena Allah tidak akan membuat hambanya sengsara. Dekati sang pemberi rezeki, Insya Allah rezeki akan lancar dan halal.

Berikut ini yang harus kalian perbaiki, diantaranya:

1. Selalu mengerjakan sholat 5 waktu dengan khusyuk dan ikhlas.

Lihatlah sholatnya, apakah sudah benar dan tepat waktu melaksanakanya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatanku, maka baginya penghidupan yang sempit. Dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. ” (Alquran surah Thaha ayat 124)

Sholat

Makna ‘az-dzikr’ di sini bisa mencakup semua, bisa bermakna peringatan termasuk sholat yaitu mengingat Allah. Jadi, Allah menegaskan barangsiapa yang berpaling dari peringatanku dari sholat, dari mengingatnya, berdzikir kepadanya, maka bagi orang itu penghidupan yang sempit.

Baca juga : Jarang sholat tapi rezeki lancar?

Imam Ibnu Katsir mengungkapkan, sempit di dunia sebelum sempit di akhirat. Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Al Quran Surah Al Baqarah ayat 45)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ” (Al Quran surah Al-Baqarah ayat 153)

Oleh karena itu dalam kondisi sulit mendapatkan rezeki, kesusahan, banyak masalah, maka periksalah sholatnya. Apakah sudah lima waktu, apakah sudah tepat waktu, tidak ditunda-tunda?

Bagi seorang pria, seafdol-afdolnya sholat wajib adalah berjamaah di masjid. Lalu periksa pula apakah sudah khusyuk dalam sholatnya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ١ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خَاشِعُوْنَ ۙ٢

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (Al Quran surah Al-Mu’minun ayat 1-2)

Khusyuk dalam sholat ini memang tidak mudah, sangat berat dan harus dilatih. Berapa banyak orang yang sholat namun rusak sholatnya karena kurang khusyuk.

Selalu periksa pula apakah sholat yang dilakukan sudah ikhlas niatnya lillahita’ala. Bila belum, perbaiki keikhlasan sholatnya karena tidak diterima suatu amalan jika tidak ikhlas karena Allah.

Demikian pula hendaknya diperiksa apakah cara sholatnya sudah benar sesuai dengan sholat yang diajarkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ketika Nabi Ibrahim diuji dengan istrinya yang dipanggil oleh seorang raja sebuah negeri yang zalim dan dia khawatir akan hal itu. Beliau mengerjakan sholat, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun mengerjakan dan mengajarkan kita untuk sholat.

Jika kita ingin mengerjakan sesuatu, memiliki keperluan, menghadapi pilihan, mengatasi sulit mendapatkan rezeki dan seterusnya, sudahkah kita melakukannya?

2. Hindari perbuatan maksiat.

Hal lain yang perlu dilihat jika seseorang sering kali tertimpa musibah, apakah ia masih sering melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Oleh karenanya hendaknya ia menjauhkan diri dari dosa dan maksiat, karena sesungguhnya dosa dan maksiat menjauhkan kita dari rezeki.

Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.” (Hadits riwayat Ahmad)

Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu mengatakan bahwa kebaikan itu memberikan pencerahan pada wajah dan cahaya di hati, kelapangan rezeki, mahabbah atau kecintaan pada hati makhluk.

Dan kemaksiatan itu menyebabkan warna hitam atau kegelapan pada wajah dan hati kesempitan rezeki dan kemarahan di hati makhluk.

3. Jangan menzalimi dan menganiaya makhluk Allah.

Perhatikan pula apakah orang yang sering tertimpa musibah, sulit mendapatkan rezeki itu sering menganiaya makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Maka sangat boleh jadi dibalas Allah semasa dia masih hidup di bumi, karena doa orang yang dizolimi tidak ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Maka hendaknya introspeksi, adakah kesalahan yang diperbuat saat ini baik terhadap manusia, hewan, pohon dan lain sebagainya, karena sesungguhnya semua makhluk Allah itu berdoa kepada Allah. Bisa jadi ada doa mereka yang mengenai kita.

4. Sulit mendapatkan rezeki karena kurang berdoa.

Bisa juga sebab kesulitan yang silih berganti itu karena kurangnya doa.

Berdoa

Di dalam berdoa pun ada tempat dan waktu-waktu yang mustajab. Misalnya ketika sujud, apakah kita sudah sering berdoa di dalam sujud atau sebelum salam atau di antara adzan dan iqomah.

Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqomah.” (Hadits riwayat Abu Daud)

Dalam riwayat Muslim Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Adapun pada waktu sujud maka bersungguh-sungguhlah berdoa, sebab doa saat itu sangat diharapkan untuk terkabul.” (Hadits Riwayat Muslim)

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku , niscaya akan Kuperkenankan bagimu…” (Al Quran surah Al-Mu’minun ayat 60)

Rasulullah bersabda :

“Tidak ada yang dapat menolak takdir atau ketentuan Allah ta’ala selain doa. Dan tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain perbuatan baik.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Jika kita sebenarnya sudah melakukan doa tapi masih juga banyak mengalami kesulitan dan kesusahan, maka hendaknya memperhatikan proses berdoanya.

Kapan dia berdoa dan dimana berdoanya, karena ada waktu waktu dan tempat tempat berdoa yang mudah dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Berikut ini adalah waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa:

  • Seperti di sepertiga malam terakhir,
  • di antara adzan dan iqomah,
  • sebelum salam di dalam shalat,
  • pada saat safar,
  • di malam Lailatul Qadar,
  • di hari Arafah,
  • di Masjid Nabawi,
  • di Multazam Ka’bah dan lain sebagainya.

Dengan demikian doa kita memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

5. Jangan menggunakan barang haram (makanan, minuman, pakainan, dll)

Jika sudah melakukan doa di waktu waktu dan tempat yang Mustajab tapi tetap juga mendapatkan kesulitan dan kesusahan hidupnya. Maka pertanyaanlah, apakah sudah menjauhkan diri dari makanan yang haram sehingga doa-doanya ditolak Allah subhanahu wa taala.

Dalam Shahih Muslim Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuh.

Sehingga rambutnya kusut acak-acakan dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa “Wahai Tuhanku, Wahai Tuhanku”

Akan tetapi doanya tetap ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala padahal orang itu berdoa di waktu dan keadaan yang tepat. Dia sedang dalam keadan musafir, keadaan dan waktu yang dikabulkan Allah.

Lalu mengapa tetap ditolak?

Karena makanannya dari barang yang haram, minumannya dari barang yang haram, pakaiannya dari barang yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram. Maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya.

Lihatlah bagaimana harta yang haram itu menjadi hijab atau penghalang doa, padahal doa adalah senjata Mukmin.

Kesimpulan

Dengan demikian, jika kita sering ditimpa kesusahan hidup, sulit mendapatkan rezeki dan musibah, marilah kita introspeksi diri akan hal-hal ini.

Dan mungkin masih banyak lagi yang perlu kita introspeksi terutama aqidah kita, tauhid kita, ketakwaan kita kepada Allah.

Berikan Nilai Anda

Share:

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.