Orang Jarang Ibadah Tapi Sukses? Ini Penjelasan Islam

Alhamdulillahi rabbil alamin segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kali ini saya sudah menyiapkan artikel tentang jarang ibadah tapi sukses yang informatif dan insya Allah nanti bisa membuka wawasan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Amin ya robbal alamin. Artikel kali ini mungkin ada beberapa orang bertanya-tanya . Kalau kita lihat mungkin ada orang yang jarang ibadah tapi kok sukses

Jadi kita pernah melihat ada orang yang jarang ibadah tapi sukses atau tidak pernah sholat tapi rejeki lancar.  Apakah ini sebuah keberkahan atau ujian dari Allah untuk lebih jelasnya inilah penjelasanya mengenai pembahasan orang yang jarang ibadah tapi sukses.

Jarang ibadah tapi sukses

Sobat hafiziazmi. Pernahkah anda melihat seseorang yang tidak sholat tapi pendidikannya cemerlang atau karir dan pekerjaannya semakin bagus. Atau pernahkah anda melihat seseorang yang tidak menutup auratnya, tidak berpuasa atau orang yang gemar minum khamar. Namun bisnisnya semakin sukses dan memiliki rumah serta kendaraan yang mewah.

Jarang Ibadah Tapi Sukses? Ini Penjelasan Islam

Semakin jauh dia dari Allah, semakin banyak pula rezeki yang datang padanya.  Atau semakin dia sering berbuat maksiat karir dan kehidupannya justru semakin meningkat. Tak pernah mungkin anda bertanya-tanya dalam diri, “Mengapa orang itu begitu beruntung mendapat nikmat yang banyak”. Namun pertanyaannya, Apakah itu benar-benar nikmat dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala untuk dirinya.

Yang perlu Anda ketahui hal itu sebenarnya bukanlah kenikmatan namun itu adalah istidraj. Apa itu istidraj.  Istidraj merupakan suatu jebakan berupa kenikmatan rezeki dari Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada hambaNya atas perilaku maksiat yang dilakukan. Dengan kata lain istidraj adalah hukuman atas azab yang berbungkus kenikmatan. Membuatnya merasa terbuai dengan apa yang ia miliki dan akhirnya makin membuatnya jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Seperti dalam firman yang artinya “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa” (QS. Al-an’am ayat 44)

Ketika mereka melupakan peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka di bukakanlah berbagai pintu dunia dan kelezatannya. Hingga mereka pun lalai bahkan mereka bergembira dengan apa yang diberikan. Akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Lalu mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Maka hal itu sungguh lebih berat siksanya. Mereka terbuai , lalai, tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan termasuk musibah yang besar nauzubillahminzalik.

Ciri – Ciri Istidraj (jebakan kenikmatan dunia)

Nah, Lalu bagaimana sebenarnya ciri-ciri istidraj itu? Apakah kita juga termasuk kedalam orang-orang yang terbuai dari jebakan berupa kenikmatan dunia.

Sebagai hamba yang berfikir, kita hendaknya bisa bertanya kepada diri sendiri. Apakah kenikmatan yang kita terima termasuk istidraj atau tidak. Berikut adalah tanda seorang yang terkena istidraj.:

Pertama – Selalu meninggalkan ibadah yang diperintahkan oleh Allah dengan sengaja . Seperti sholat, puasa dan sedekah. Namun tetap saja diberikan rezeki yang melimpah ruah.

Kedua – Kemudian melakukan maksiat secara terus-menerus tanpa rasa berdosa di dalam hatinya. Namun tetap diberikan kesenangan secara terus-menerus pula.

Ketiga – Selanjutnya seseorang yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan azab istidraj kepadanya. Akan selalu merasa bangga dengan apa yang telah dicapai dan miliki. Karena ia telah mendapatkan nikmat pujian dan sanjungan dari orang lain. Seakan-akan semua yang ia miliki adalah murni karena usaha dan kehebatannya. Juga merasa tidak ada campur tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam keberhasilan yang diraih. Maka berhati-hatilah bila kita pernah merasakan hal yang demikian.

Keempat – Tanda selanjutnya orang yang diberikan istidraj oleh Allah subhanahu wa ta’ala ialah tidak adanya ujian dan cobaan dalam hidupnya. Sehingga ia akan terbuai dan menganggap enteng semua perintah dan larangan Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan janganlah orang-orang kafir itu mengira bahwa pemberian tangguh bagi mereka itu memberikan kebaikan bagi mereka, tetapi hal itu terjadi agar mereka makin bertambah dosa-dosanya.” (QS. Ali Imran ayat 178)

Cara agar kita terhindar dari istidraj

Pertama – Hal pertama yang harus kita lakukan ialah jadikan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, sebagai landasan bagi kita dalam menjalankan kehidupan di dunia ini. Karena dengan dasar iman dan taqwa inilah keberkahan yang sesungguhnya bisa kita dapatkan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya :

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pasti lah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS  al-a’raf ayat 96)

Kedua – Tidak hanya hubungan dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Islam juga mengajarkan kita untuk berhubungan baik terhadap semua makhluk ciptaanNya. Karena kebaikan yang kita berikan kepada sesama juga akan dibalas kebaikan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS  An-nahl ayat 97)

Ketiga – Terakhir agar terhindar dari istidraj ialah dengan berdoa. Doa ialah senjata yang paling ampuh bagi kaum muslimin. Berdoa dengan sungguh-sungguh ialah cara kita meminta kepada Allah secara langsung agar diberikan keberkahan harta, waktu, keluarga dan juga kenikmatan kenikmatan dunia yang lainnya.

Tidak salah jika kita menikmati karunia dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagai bentuk syukur dengan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan. Namun juga jangan sampai nikmat tersebut melalaikan kita, menjadikan kita malas untuk beribadah, berbangga diri dan menyepelekan orang lain. Bahkan membuat kita semakin jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ingatlah bahwa sebaik-baiknya kenikmatan ialah yang akan kita dapatkan di akhirat kelak kenikmatan yang kekal selama-lamanya.

Nah, itulah penjelasan islam tentang pertanyaan jarang ibadah tapi sukses sedangkan yang rajin ibadah miskin. Saya harap artikel ini bermanfaat untuk Anda yang membacanya. Sekiranya jika ada kesalahan saya minta maaf sebesar besarnya. Sampai jumpa dilain artikel.