Jenazah Berat Pertanda Banyak Dosa, Benarkah?

Assalamualaikum. Kali ini Hafizi Azmi akan berbagi informasi Islam tentang jenazah berat pertanda banyak dosa semoga menginspirasi dan menjadi motivasi aktivitas anda hari ini. Mengantarkan jenazah atau mengiringinya merupakan bentuk ibadah yang dijanjikan mendapat pahala sebesar 2 Gunung uhud. Dalam Hadis disebutkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Siapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim dengan iman dan ihtisab hingga menyolatkan nya dan selesai penguburannya, sesungguhnya dia akan kembali dengan membawa dua qirath. Msing-masing qirath seperti gunung Uhud. Siapa yang menjalaninya saja kemudian pulang sebelum dikuburkan sesungguhnya dia pulang membawa satu qirath.” (Hadits Riwayat Muslim)

Jenazah berat pertanda banyak dosa
Sumber ganbar http://tribratanews.polri.go.id/?p=267267

Namun ketika mengangkat jenazah ada anggapan di masyarakat yang dinyatakan bila jenazah berat maka hal itu menunjukkan buruknya amalan sang mayit. sementara apabila jenazah yang diangkat terasa ringan orang orang menganggapnya sebagai ciri orang baik. Apakah berat dan ringan nya jenazah itu menjadi patokan kualitas amalan seseorang.

Jenazah Berat Pertanda Banyak Dosa, Ini Keterangan Dalam Syariat Islam

Tidak ada keterangan dalam syariat Islam yang secara tegas menyatakan bahwa berat ringannya seorang jenazah menunjukkan kualitas amalannya. Beratnya jenazah tidak menunjukkan banyaknya dosa yang dia pikul dan ringannya jenazah juga belum tentu menunjukkan kebaikan amalnya.

Dewan fatwa Arab Saudi pernah ditanya tentang keadaan mayit yang berat dan ringan. Apakah menunjukkan kualitas amal perbuatannya. Namun mereka menjawab bahwa hal tersebut tidak ada dasarnya.

“Kami tidak menemukan faktor penyebab ringan atau beratnya jenazah selain faktor fisik yaitu kurus atau gemuknya pada si mayit. Adapun anggapan orang bila ringan menunjukkan kemuliaan si mayit dan bila berat menentukan kehinaanya. Mata sejauh yang kami tahu tidak ada dasarnya dalam agama yang suci ini.”

Namun ada sebuah pernyataan menarik dan ahli fiqih angkatan akhir yang mengindikasikan adanya korelasi antara berat ringannya jenazah dengan kualitas amalnya. Abu Ali Anajad pernah ditanya tentang ringannya jenazah. Maka beliau menjawab jika ringan maka dia mati syahid karena orang yang mati syahid sebenarnya masih hidup sementara orang yang masih hidup lebih ringan daripada orang yang sudah mati.

Hal ini didasari pada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.” (Al Quran surah Ali Imran ayat 169)

Akan tetapi ringanya jenazah itu tetap belum bisa dipastikan sebagai pertanda kebaikan amalnya. Karena tidak ada bukti yang menyatakan bahwa orang hidup lebih ringan daripada orang mati. Baik bukti agama maupun bukti empiris. Juga tidak ada Dalil yang menyatakan bahwa ringan atau beratnya jenazah menunjukkan Husnul Khotimah atau Su’ul Khotimah.

Meski demikian ada sejumlah riwayat Shahih yang menyatakan bahwa jenazah Saad bin Muadz rodiallahu sangat ringan. Padahal semasa hidupnya dikenal berbadan gemuk. Kondisi semacam inilah yang menyebabkan orang munafik menyebarkan isu yang tidak baik tentang Saad.

Mereka mengatakan bahwa jenazah Saad tidak seperti jenazah-jenazah lain, karena sangat ringan. Para orang munafik beranggapan kondisi itu akibat keputusannya yang zalim terhadap orang Yahudi Bani Umayyah.

Seperti diketahui Saad ketika dipilih untuk menjadi hakim yang mengurusi perkara penghianatan orang Yahudi Bani Qurairah. Memutuskan untuk menghukum mati semua tentaranya, menawan anak kecil dan perempuannya serta merampas sebuah hartanya. Orang-orang munafik tidak senang terhadap keputusan tinggi sehingga menyebarkan isu bahwa jenazah Saad yang ringan itu akibat keputusan zolim yang dijatuhkan kepada Bani Qurairah.

Namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala segera menepis tuduhan mereka itu dengan memberi tahu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Bahwa para malaikat ikut mengusung jenazahnya sebagai penghormatan atas perjuangannya yang besar dan kecintaannya untuk mati syahid dijalan Allah.

Namun demikian muncul pertanyaan, Apakah keadaan Saad yang ringan jenazahnya ini berlaku umum bagi semua orang yang mati syahid. Tidak ada riwayat yang menyebutkan orang yang mati syahid jenazahnya akan ringan.

Jika demikian keadaannya maka diduga kuat bobot jenazah mereka itu normal normal saja seperti jenazah lain pada umumnya. Bila gemuk maka berat dan bila kurus makan ringan. Jika demikian, apakah kejadian yang dialami Saad bin Muadz itu tidak mungkin terulang lagi kepada orang lain.

Keadaan jenazah seperti Saad bin Muadz Radiallahu anhu yang berbadan gemuk dan dikabarkan ringan ketika diangkat jenazahnya. Bisa saja terjadi lagi pada orang lain. Tidak ada yang mustahil jika Allah menghendaki.

Al-Quran juga menegaskan tentang adanya orang yang pada saat meregang nyawa mendapatkan kabar gembira dari para malaikat bahwa dia telah diridhoi Allah dan berhak mendapat kemuliaan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka menentukan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.” (Al-Quran surah Fussilat ayat 30)

Mudah-mudahan saat dijemput oleh maut nanti kita semua dikunjungi para malaikat yang menyampaikan kabar gembira tentang keridhaan Allah. Dan setelah itu mereka mengiringi dan ikut memikul jenazah kita. amin ya robbal alamin.

Demikian artikel kali ini tentang pertanyaan jenazah berat pertanda banyak dosa, dan jenazah ringah banyak amalanya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda dan menambah ilmu pengetahuan.

Mohon maaf komentar di blog ini saya non aktifkan. Bagi Anda yang ingin memberikan saran/kritik/komentar/pesan bisa menuju ke halaman fanspage kami https://www.facebook.com/hafiziazmID