Buang Angin Saat Sholat Berjamaah, Harus Bagaimana?

Assalamualaikum sobat hafizi azmi. Kali ini saya kembali untuk berbagai informasi Islami tentang buang angin saat sholat. Semoga menginspirasi dan menjadi motivasi aktivitas Anda hari ini. Apa yang harus kita lakukan bila saat khusuk-khusuknya sholat berjamaah terpaksa harus buang angin. Apalagi jika berada di barisan depan atau di shaf tengah yang jauh dari pintu masjid. Memang kondisi seperti itu menjadi dilema tersendiri bagi seorang makmum.

Namun prinsipnya  buang angin saat sholat bagaimanapun kondisinya membuat sholat kita menjadi batal . Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Allah tidak menerima shalat salah satu diantara kalian apabila dia berhadast sebelum dia berwudhu.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Buang Angin Saat Sholat Berjamaah, Baiknya Diteruskan Atau Ditinggalkan?

Namun bisa jadi ada diantara kita yang bingung harus bagaimana apakah harus keluar dari barisan atau terus ikut sampai selesai baru kemudian mengulangi shalatnya. Karena untuk keluar barisan berarti harus melewati dan melangkahi orang-orang yang sedang sholat. Karena itu terkadang dalam kondisi demikian seorang makmum memang ada yang memilih tetap berada di tempatnya berpura-pura meneruskan sholatnya bersama jamaah lainnya.

Bunag angin saat sholat

Tindakan seperti ini tidak dibenarkan dalam syariat shalat.  Seharusnya orang yang buang angin di tengah sholat itu segera meninggalkan shaf dan tidak boleh diam di tempatnya . Karena dengan buang angin dia sebenarnya telah batal shalatnya. Sehingga Jika dia diam tak meninggalkan tempatnya pun ia tetap terhitung tidak sholat. Sementara dia berada di tengah-tengah shaf berarti telah memutuskan shaf.

Padahal Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengancam orang yang memutus shaf melalui sabdanya

“Barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambung dirinya dan barangsiapa yang memutuskan shaf maka Allah akan memutus dirinya.” (hadis riwayat Abu Daud dan An Nasa’i)

Oleh karena itu hendaknya dia segera meninggalkan tempat sehingga shaf yang ia tinggalkan dan menjadi kosong akan diisi oleh jamaah di belakangnya. Dan hendaknya segera keluar untuk berwudhu dan mengejar sholat jamaah meskipun hanya satu rakaat terutama pada sholat Jumat. Yang perlu menjadi perhatian seorang makmum yang batal karena apapun di tengah sholat. Tidak perlu khawatir dengan posisinya yang berada di tengah jamaah, tidak perlu khawatir merusak atau mengganggu sholat orang lain atau merasa berdosa jika harus melangkahi atau berjalan di depan pada makmum lainnya saat keluar shaf.

Karena pembatas shalat dalam shalat berjamaah adalah pembatasnya Imam. Sehingga saat jamaah berlangsung seseorang boleh saja melewati depan para jamaah lain tapi dilarang berjalan di depan Imam. Karena pembatas berjamaah itu adalah setelahnya Imam.

Ini seperti terkandung dalam kisah yang dialami oleh Ibnu Abbas dan saudaranya. Bahwa ia mendatangi Nabi shallallahu Alaihi Wasallam pada peristiwa Fathu Makkah atau penaklukan kota Mekah. Tepat ketika Nabi Shallallahu alaihi wasallam melaksanakan sholat bersama para sahabat. Ibnu Abbas menuturkan. :

Aku dan saudaraku (Fadhl bin Abbas) berboncengan naik keledai kemudian melintas didepan shaf makmum lalu turun dan ikut sholat berjamaah sementara keledai kami berkeliaran di antara shalat dan para jamaah tidak membatalkan shalat.” (Hadits riwayat Ahmad)

Namun demikian bila buang angin yang terjadi ketika shalat sudah hampir selesai. Dan menurut perkiraan dia tidak akan mungkin mengejar shalat berjamaah bersama Imam. Bila dia keluar meninggalkan shaf untuk mengambil air wudhu, sementara keluarnya sendiri juga sulit maka dia boleh menunggu hingga sholat jamaah selesai lalu berwudhu dan mengulangi lagi salatnya dari awal.

Bila yang ditinggalkan salat Jumat maka dia menggantinya dengan sholat Dzuhur. Dan dalam keadaan semacam ini dia tidak berdosa karena berada diluar kemampuannya. Hal yang demikian pula yang ditegaskan oleh ulama kontemporer. Bahwa yang dianjurkan bagi orang yang batal wudhunya karena buang angin saat sholat adalah memutus sholatnya.