Mengaitkan Peristiwa Bencana dengan Ayat Al-Qruan, Bagaimana?

Hafiziazmi.com – Kita sering kali mendapati berbagai broadcast yang beredar liar setiap kali terjadi peristiwa besar dan penting. Kejadian-kejadian itu kemudia dikaitkan dengan surat dan ayat di Al-Quran. Simbol-simbol angka di peristiwa tersebut diutak-atik dan dicocokkan dengan ayat Al-Quran.

Mengutak-atik angka kemudian mengaitkan bencana dengan Al-Quran sering kita lihat di berbagai media sosial ketika bencana atau peristiwa terjadi. Seperti halnya peristiwa-peristiwa di bawah ini yang kemudian disamakan dengan ayat Al-Quran.

Perisiwa Gempa dan Tsunami di Aceh

Misalnya peristiwa bencana gempa dan tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004. Tepatnya pada tanggal 26 Desember yang menelan korban ratusan ribu jiwa. Tanggal 26 ini dikait-kaitkan orang dengan tanggal 26 Desember 2003, juga terjadi gempa Iran yang menyebabkan puluhan ribu orang tewas.

Kemudian dikaitkan gempa Nabire, tanggal 26 November tahun 2000. Karena banyaknya peristiwa besar terjadi pada tanggal 26, banyak orang menganggap ada keistimewaan tertentu pada tanggal 26.

Angka 26 kemudian diurai yang berarti angka 6 yang ditulis 2 kali, kemudian dicocokkan dengan surat 6 ayat 6 ternyata ayat yang berisi tentang musibah yang dialami umat terdahulu karena azab Allah Subhanahu Wa Ta ‘ala.

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.” (Al Quran surat Al-An’am ayat 6)

Gempa Padang 2009

Ketika terjadi gempa besar yang menimpa Padang tahun 2009 lalu juga ada yang mencocokkan dengan ayat Al-Quran tertentu. Gempa besar yang terjadi pada pukul 17:16 ini kemudian dikaitkan dengan Al Quran surat 17 ayat 16, dan ternyata isi ayatnya juga tentang penghancuran Allah akan suatu negeri.

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Al-Quran surah Al-Isra ayat 16)

Tak lama setelah itu terjadi lagi gempa susulan pada pukul 17:58. Dan jika kita buka surat ke 17 yaitu Al Isra ayat 58, kita akan menemukan isi ayatnya senada dengan peristiwa yang terjadi.

Baca juga: Sering tertimpa sakit, ujian atau azab?

Peristiwa Gunung Kelut Meletus

Lagi-lagi tentang penduduk sebuah negeri yang di azab Allah Swt. Ada juga gunung meletus yang dicocokkan dengan ayat Al-Quran. Gunung Kelut yang terletak di Jawa Timur meletus pada tahun 2014.

Angka 2014 diurai menjadi 20 dan 14, maka kemudian lihat surat ke 20 ayat 14, ternyata isi ayatnya pun tampak terkait.

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Al-Quran Surah Thaha ayat 14)

Seakan-akan Gunung Kelut meletus karena penduduk sekitar tidak sholat untuk mengingat Allah ta’ala.

Gempa Banten Dikaitkan dengan Al-Quran

Kemudian bencana gempa di Banten yang berskala richter 7.4 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6.9 SR oleh BMKG. Peristiwa ini pun langsung heboh dan banyak orang yang mengaitkan bencana gempa Banten dengan ayat di Al-Quran.

Gempa banten dikaitkan dengan al-quran
Foto keterkaitan gempa banten dengan ayat Al-Quran, sumber: Facebook

Gempa dengan kekuatan 7,4 SR itu kemudian dikaitkan dengan surah 7 ayat 4 yang ternyata isinya ada kaitannya dengan bencana. Apalagi angka 74 tepat dengan hari ulang tahunnya kemerdekaan Indonesia.

وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ

“Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.” (Al-Quran surah Al-A’raf ayat 4)

Masih banyak lagi peristiwa-peristiwa besar yang di utak-atik angkanya dan dicocokkan dengan ayat Al-Quran ternyata cocok.

Mengaitkan Bencana dengan Al-Quran Hanya Kebetulan?

Lalu apakah hal seperti ini hanya kebetulan saja atau memang benar-benar ada kaitannya? Jika ditinjau dari kaidah penafsiran ayat, maka akan banyak sekali ditemukan kelemahan cara-cara mengaitkan ayat tertentu dengan peristiwa tertentu.

Mengapa semua hal itu baru dikaitkan setelah peristiwa terjadi, seperti gempa dan tsunami di Aceh, Gunung Kelud meletus dan lain sebagainya. Kenapa hanya peristiwa atau bencana tertentu yang dikaitkan? Padahal ada kejadian yang serupa atau bahkan lebih dahsyat dari peristiwa tersebut.

Cara menafsirkan Al-Quran seperti mengaitkan nomor ayat dengan kejadian seperti itu semua itu tidak hanya berdasarkan logika semata. Cara menafsirkan seperti ini adalah tercela.

Nabi Swt. mengingatkan dalam sabdanya.

وَمَنْ قَالَ فِى الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barang siapa berkata tentang Al-Quran dengan logikanya (semata), maka silakan ia mengambil tempat duduknya di neraka.” (Hadis riwayat Tirmidzi no.2951)

Cara penafsiran Alquran yang benar mestinya tidaklah demikian. Para ulama telah menemukan metode menafsirkan Al-Quran.

  • Pertama, menafsirkan Al-quran dengan Al-quran. Maksudnya Al-Quran dijelaskan oleh ayat lainnya.
  • Kedua, menafsirkan Alquran dengan hadis dan sunah nabi saw.
  • Kemudian menafsirkan dengan referensi pendapat para sahabat Rasulullah, lalu para ulama tabiin dan juga ulama lainnya yang memiliki kapasitas dalam menafsirkan Al-Quran.

Dari berbagai peristiwa yang dicocokkan dengan ayat tak satu pun dari kaidah tafsir terpenuhi dan tak seorang ulama pun menyatakan demikian.

Cara seperti ini baru dikenal di pertengahan abad ke-20. Pembahasan ini mencoba mengutak-atik jumlah huruf, jumlah ayat kemudian dihubungkan dengan makna ayat dan lain sebagainya.

Semua ini dipahami sebagai mukjizat, bahkan ada yang mengaitkan bilangan dan angka-angka tersebut dengan kejadian masa depan, entah itu bencana, peristiwa politik, perang dan lain sebagainya.

Tentu hal-hal seperti itu sudah masuk dalam menebak-nebak hal gaib yang tahu hanya Allah ta’ala.

Sebagai seorang Muslim, tentu yang harus dilakukan adalah selalu mengingat Allah dan selalu mengingatkan kepada sesama untuk beribadah. Kita juga harus mempersiapkan dengan matang akan datangnya hari kematian dan hari akhir.

Semoga kita semua diberi hidayah dan taufik-Nya dan juga diberi ketabahan atas kejadian yang menimpa di negeri tercinta Indonesia. Aamiin.

Hanya orang biasa yang mencoba untuk menyebarkan ilmu Agama Islam sesuai sumber terpercaya yaitu Al-Quran dan Hadis.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.