5 Golongan Manusia Terbaik di Mata Allah Swt.

HafiziAzmi.com – Menjadi manusia terbaik di mata Allah merupakan suatu dambaan bagi setiap muslim. Dicap sebagai muslim yang baik di sisi Allah tentu tidaklah mudah.

Menjadi yang terbaik bukan diukur dari seberapa tampan dan kayanya seseorang, tapi karena ridha Allah Swt. Untuk mencapainya tentu harus melaksanakan apa yang diwajibkan dan menjauhi apa yang dilarang.

Dan berikut ini beberapa cara agar termasuk menjadi orang yang terbaik di mata Allah Swt.

Belajar dan Mengajarkan Al-Quran

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, bahwa orang yang terbaik adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya. Hadis ini, nabi menyebutkan ada 2 amalan yang dapat menghantarkan seorang muslim bisa menjadi yang terbaik di antara saudara saudaranya sesama muslim yaitu belajar Al-Quran dan mengajarkannya Alquran pada orang lain.

Mengapa Nabi mengatakan demikian? Mengapa muslim terbaik itu dinilai dari mengamalkan dua amalan itu (belajar dan mengajarkan Al-Quran)

Al-Quran

Tentu karena status Al-Quran sendiri dalam agama, Al-Quran adalah Firman Allah yang disebut Allah apabila diturunkan kepada sebuah gunung, maka gunung itu akan tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah.

Al-Quran merupakan sumber pertama dan acuan utama dalam ajaran Islam. Karena keistimewaan yang luar biasa inilah Abu Abdurrahman As-Sulami salah seorang yang meriwayatkan hadis ini rela belajar dan mengajarkan Al-Quran selama 40 tahun.

Setiap kali dia membaca hadis ini dia berkata, “inilah yang mendudukkanku di atas kursi ini.”

Suatu ketika Sofyan Sauri ditanya.

“Manakah yang lebih engkau cintai, orang yang berperang di jalan Allah atau membaca Al-Quran?”

Sofyan menjawab.

“Orang yang membaca Al-Quran.”

Karena Rasulullah saw. bersabda.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

Saat menjelaskan maksud hadis ini Ibnu Katsir menegaskan, ini adalah sifat-sifat kaum mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain.

Hal ini merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka sendiri dan yang menular kepada orang lain.

Belajar dan mengajarkan Al-Quran layak mengantarkan pelakunya untuk menjadi manusia terbaik juga tak lepas dari keistimewaan luar biasa membaca Alquran. Orang yang mahir membaca Al-Quran kelak di akhirat akan mendapat tempat di dalam surga bersama dengan rasul-rasul yang mulia.

Ada juga hadis riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa kelak di Hari Kiamat Alquran akan menjadi juru syafaat bagi pembacanya. Bahkan dampak positif dari membaca Al-Quran tidak hanya dinikmati oleh pembacanya saja, tetapi juga dirasakan oleh kedua orang tuanya seperti dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Daud.

Rasulullah saw. bersabda.

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

Barang siapa yang menghafal Al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani)

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu juga pernah menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda.

Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran maka akan mendapatkan satu kebaikan dari bacaan itu. (Lalu) satu kebaikan itu dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. (Hadis riwayat Tirmidzi)

Ini semua adalah sebagian kecil dari keistimewaan membaca Alquran bagi pembacanya. Lalu bagaimana dengan orang yang membaca dan mengajarkannya kepada orang lain.?

Orang yang mengajarkan Al-Quran kepada orang lain tentu pahalanya akan berlipat-lipat. Ketika dia mengajarkan membaca, dari membacanya sendiri dia akan mendapatkan pahala dan dari mengajarnya juga akan mendapatkan pahala yang sama dengan yang didapatkan oleh murid-muridnya saat membaca Alquran.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa orang yang menunjukkan suatu kebaikan, maka akan mendapatkan pahala yang sama dengan yang melakukan kebaikan itu.

Sebagai ilustrasi, seorang pengajar Al-Quran saat membacakan Al-Quran kepada murid-muridnya bahkan mendapatkan 10 kebaikan dari setiap huruf yang dibacanya. Jika jumlah huruf dalam Al-Quran adalah 320015 (sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir), maka dia akan mendapatkan 3200150 pahala setiap kali mengkhatamkan Al-Quran.

Itu bila muridnya hanya satu, jika dua maka dikalikan 2, jika banyaknya 5 dikalikan 5, jika 10 dikalikan 10, jika 100 dikalikan 100 dan demikian seterusnya.

Lalu berapa lagi pahala yang akan ia dapat jika murid-muridnya itu mengkhatamkan Alquran sekali sebulan atau bahkan sekali seminggu. Sunggu pahala yang berlipat lipat yang akan didapat oleh orang yang mengajarkan Al-Quran.

Maka pantas saja Nabi saw. menyebutkan orang belajar dan mengajar Al-Quran merupakan sebaik-baik seorang muslim.

Baca artikel terkait: Tidak bisa membaca Al-Quran apakah berdosa?

Tidak Ingkar Membayar Hutang

Tidak hanya belajar dan mengajarkan Al-Quran saja, kelancaran membayar hutang juga termasuk golongan manusia yang terbaik.

Adab berhutang dalam islam

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan.

خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam sebuah hadis, orang yang sengaja tidak melunasi hutangnya maka akan ditahan untuk masuk surga walaupun punya amalan yang banyak.

مَنْ مَاتَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ: الْكِبْرِ, وَالْغُلُولِ, وَالدَّيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barang siapa yang meninggal sedangkan dia terlepas diri dari tiga hal, yaitu: kesombongan, ghuluul (mencuri harta rampasan perang sebelum dibagikan) dan hutang, maka dia akan masuk surga. (HR At-Tirmidzi no. 1572)

Maka dari itu, sebelum kita melakukan kegiatan hutang-piutang, hendaknya kita wajib tau adab berhutang dalam Islam. Untuk informasi mengenai adab berhutang bisa menuju ke artikel ini https://hafiziazmi.com/adab-berhutang/

Suami yang Baik

Seorang lelaki yang beriman kepada Allah tentu akan berusaha menjadikan dirinya sebagai suami dan bapak yang baik dalam rumah tangga.

‘Aisyah radiyallahu ‘anhu menuturkan.

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (Hadits riwayat Tirmidzi no 285 dan dishahihkan oleh al-Albani)

Menjadi suami yang baik tentu tidak cukup dengan hanya memimpin istrinya saja. Namun bagaiman perlakuan sang suami terhadap keluarganya, tutur katanya, sikapnya dan akhlaknya.

Istiqomah dalam kasih sayangnya terhadap sang istri juga termasuk cara untuk menjadi suami yang ideal. Terkadang kasih sayang akan semakin berkurang jika sudah memiliki beberapa anak.

Carilah pasangan yang baik agamanya, bukan cuma tampan, mapan dan kaya.

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya, jika tidak niscahya engkau akan menjadi orang yang merugi.” (Hadits Riwayat Bukhari no.5090 dan Muslim no.1446)

Manusia Terbaik Akhlaknya dan Menuntut Ilmu

Akhlak yang baik merupakan tolak ukur kualitas iman seseorang muslim. Dari banyaknya keutamaan memiliki akhlak mulia, salah satunya yaitu termasuk manusia terbaik di mata Allah.

Tidak hanya di sisi Allah Swt. saja, namun Rasulullah saw. juga mencintai orang yang memiliki akhlak yang bagus, sebagaimana yang tertulis dalam hadis.

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2201.)

Bermanfaat Bagi Manusia

Menjadi orang yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap seorang muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali ke diri kita sendiri.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289)

Itulah beberapa kriteria manusia terbaik di mata Allah Ta’ala. Semoga artikel ini memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang baik agamanya dan lebih giat lagi untuk meningkatkan kualitas iman dan akhlak kita.

Hanya orang biasa yang mencoba untuk menyebarkan ilmu Agama Islam sesuai sumber terpercaya yaitu Al-Quran dan Hadis.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.