Materi Akikah: Pengertian Akikah, Hukum, Tata Cara dan Waktu Pelaksanaanya

Materi Akikah: Pengertian Akikah, Hukum, Tata Cara dan Waktu Pelaksanaanya

Pengertian akikah – Akikah adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh kaum muslimin. Ibadah akikah bertujuan sebagai ungkapan syukur seseorang kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena telah dikaruniai seorang anak.

Mungkin bagi kalian yang di sekolah smp khususnya MTs atau madrasah, pelajaran materi akikah sudah pernah dibahas. Makalah akikah lengkap, pengertian dan tujuan akikah akan di bahas di artikel ini.

Pengertian akikah
Pengertian akikah, sumber nu.or.id

Pada bab kali ini kita akan belajar tentang materi akikah meliputi pengertian akikah, hukum, waktu pelaksanaan akikah dan juga tata cara akikah yang benar berikut ini.

Pengertian Akikah

Pengertian akikah secara bahasa adalah memotong atau penyembelihan. Adapun menurut Abu Ubaid bahwa akikah adalah rambut yang tumbuh di kepala bayi baru lahir.

Bisa juga diartikan sebagai penyembelihan hewan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak.

Sedangkan pengertian secara istilah adalah penyembelihan binatang (kambing) pada hari ketujuh dari kelahiran anak laki-laki dan perempuan. Pada hari itu sang anak diberu nama yang baik dan rambut kepalanya dicukur.

وَعَنْ عَائِشَةَ رَظِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَمْرَهُمْ اَنْ يُعَقَّ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Dari ‘Aisyah Radiallahu Anha, bahwa rasulullah shalallahualaihi wa salam memerintahkan mereka agar berakikah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.” (Hadist Riwayat Tirmidzi)

Di dalam hadist lain Rasulullah shalallahu alaihi waa salam bersabda :

لَايُحِبُّ اللهُ الْعُقُوْقَ وَمَنْ وَلِدُ لَهُ وَلَدٌ وَأَحَبَّ أَنْ يَنْسُكَ ءَنْهُ فَلْيَنْسُكْ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Allah tidak menyukai kenakalan anak-anak terhadap kedua orang tuanya (durhaka), siapa saja dianugerahi seorang anak dan ingin beribadah menyembelih hewan untuknya, maka laksanakanlah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang setingkat dan untuk anak perempuan seekor kambing.” (Hadist Riwayat Abu Dawud)

Hukum Akikah

Akikah menurut sebagian besar ulama hukumnya adalah sunnah bagi orang tua yang baru melahirkan anaknya. Dalam sebuah hadist disebutkan:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

“Dari Samurah Radiallahu anhu, bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya yang disembelih hari ketujuh dari kelahiranya, dicukur, dan diberi nama.” (Hadist Riwayat Abu Dawud)

Jenis dan syarat binatang yang sah untuk akikah tidak berbeda dengan syarat sahnya binatang untuk kurban, yaitu tidak cacat dan cukup umur.

Jumlah binatang untuk akikah apabila akikah itu berupa kambing atau domba, agak berbeda dengan kurban yang cukup satu ekor. Dalam akikah ditentukan untuk anak lali-laki 2 ekor kambing dan untuk perempuan hanya 1 ekor.

Waktu Pelaksanaan Akikah

Setelah mengetahui tantang pengertian akikah, kita juga harus mengerti waktu yang tepat untuk melakukan akikah.

Penyembelihan akikah dilaksanakan pada hari ketujuh, hari keempat belas atau hari kedua puluh satu. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

اَلْعَقِيْقَةُ تُذْبَحُ لِسَبْعٍ وَلِاَرْبَعَ عَشَرَةَ وَلِاِحْدَى وَعِشْرِيْنَ

“Akikah itu disembelih pada hari yang ketujuh atau keempat belas atau kedua puluh satu.” (Hadist Riwayat Baihaqi)

Baca juga : Pengertian Zakat Fitrah (Fitri), Syarat dan Waktu Pelaksanaanya

Dan ada juga dalil yang sama:

“Telah berkata Anas, “Sesungguhnya Nabi saw pernah berakikah untuk dirinya sesudah beliau menjadi Rasul.” (Hadist Riwayat Baihaqi, Bazzar, Muhammad bin Abdul Malik bin Aiman, Thabrani dan Khallal)

Hadist ini tentang kebolehan berakikah pada hari ke-14 dan 21 tersebut diatas adalah daif, karena dalam isnadnya terdapat seorang bernama Ismail bin Muslim yang dilemahkan oleh imam-imam :Ahmad, Abu Zar’ah, Nasai dan lainya.

Sedangkan hadist yang menjelaskan bahwa Nabi berakikah untuk dirinya setelah tua, itu pun tak dapat dipakai sebagai hujjah atau dasar, karena dalam isnadnya terdapat seorang bernama Abdullah bin Muharrar yang dilemahkan oleh imam-imam yaitu: Ahmad, Jauzani, Daruquthni, Ibnu Hibban, Ibnu Mu’in dan lainya.

Tata Cara Akikah Sesuai Sunah

Berikut ini beberapa tata cara akikah yang benar sesuai dengan sunah.

  1. Membaca basmallah

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

  2. membaca takbir

    الله أَكْبَر

  3. membaca doa

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم .اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ اِلَيْكَ عَقِيْقَةُ فُلَانٍ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah dari Engkau akikah fulan (sebutkan nama anak yang diakikahi) aku persembahkan, maka terimalah dariku.”

  4. disembelih oleh ayahnya

    Disunahkan untuk menyembelih binatang akikah oleh sang ayah dari anak yang akan diakikahi.

  5. binatang akikah harus sesuai syarat

    Yaitu binatang harus sehat atau tidak cacat dan juga cukup umur, seperti halnya berkurban.

  6. membagikan daging akikah

    Daging akikah dibagikan kepada fakir miskin dan tetangga setelah dimasak terlebih dahulu.

Perbedaan Akikah dan Kurban

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai materi kurban, mungkin sekilas kalian masih mengingat dari pengertianya. Berikut ini beberapa perbedaan yang harus anda ketahui.

No.Akikah
1.Akikah disyariatkan berkenaan dengan kelahiran anak
2.Akikah disyariatkan satu kali seumur hidup
3.Jumlah binatang 1 ekor untuk perempuan dan 2 ekor untuk lakilaki
4.Kambing jumlahnya 1 ekor (perempuan) dan 2 kambing (laki-laki)
5.Daging diberikan setelah dimasak
No.Kurban
1.Kurban disyariatkan agar dilaksanakan antara tanggal 10-13 Zulhijah
2.Kurban disyariatkan untuk dilaksanakan setiap tahun
3.Binatang cukup satu ekor
4.Seekor sapi boleh untuk 7 orang
5.Daging lebih utama dibagikan sebelum dimasak

Memberi Ucapan Selamat pada Kelahiran Anak

Dalam melaksanakan akikah dianjurkan untuk memberikan ucapan selamat kepada seorang ayah atau ibu, sehubungan dengan kelahiran anak mereka.

Ucapan bisa berupa kata-kata yang baik dan memberikan semangat bagi keluarga yang baru saja mempunyai anak.

Misalnya dengan ucapan yang dianjurkan oleh Al-Husain bin Ali kepada seseorang, yaitu:

بَارَكَ اللهُ فِى الْمَوْهُوْبِ لَكَ وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبَلَغَ أَشُدَّهُ وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga Allah memberkahi anak yang diberikan kepada Anda dan semoga Anda bersyukur kepada Allah sang Pemberi. Dan semoga kebaikannya nanti akan sampai kepadamu.”

Hikmah Akikah

Adapun hikmah yang akan didapat setelah melakukan akikah, berikut ini:

  • Akikah merupakan sarana mendekatkan anak kepada Allah subhanahu wa ta’ala sejak masa awal menghirup udara kehidupan.
  • Akikah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat pada hari akhir kepada kedua oran tuanya.
  • Akikah anak mengukuhkan tali persaudaraan dan kecintaan diantara warga masyarakat dengan berkumpul di satu tempat dalam menyambut kehadiran anak yang baru lahir.
  • Akikah merupakan sarana yang dapat merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat, misalnya dengan adanya daging akikah yang diberikan kepada fakir miskin.

Itulah materi akikah yang meliputi pengertian akikah, hukum, waktu pelaksanaan, tata cara akikah dan juga hikmahnya secara lengkap. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat untuk Anda sekalian.

Berikan Nilai Anda

Share:
  • 2
    Shares

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.