Materi Iman Kepada Qada dan Qadar Lengkap

Materi iman kepada qada dan qadar – Dalam hadis Shahih Muslim No.4781 disebutkan bahwa ketika manusia masih dalam kandungan Allah mengutus malaikat untuk meniup roh kedalamnya. Dan  diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu menentukan rezeki, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia.

Jika sesungguhnya manusia telah melakukan amalan baik sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan tercela maka ia masuk neraka.

Iman kepada qada dan qadar

Hadis tersebut memicu kita untuk senantiasa tawakal kepada Allah. Walaupun catatan takdir kita sudah dibuat, tetapi kita tetap wajib melakukan amalan kita yang baik dan menyerah sepenunya penilaianya kepada Allah.

Berikut ini adalah penjelasan materi tentang iman kepada qada dan qodar lengkap.

Pengertian Iman Kepada Qada dan Qadar

Dari segi bahasa, qada artinya memutuskan, menentukan atau bisa juga memerintahkan. Sedangkan menurut istilah, qada adalah keputusan dan ketetapan terhadap sesuatu rencana yang telah ditentukan. Dengan demikian qada merupakan pelaksanaan dari suatu rencana yang telah ditetapkan berdasarkan qadar Allah.

Dari segi bahasa qadar berarti ketentuan. Menurut istilah, qadar adalah rencana yang telah ditentukan oleh Allah pada masa azali (masa dahulu, jauh sebelum manusia lahir) dan segala sesuatu yang akan terjadi menurut qadar yang telah ditentukan.

Iman kepada qada dan qadar artinya kita wajib percaya bahwa semua kejadian baik yang sudah terjadi, sedang terjadi maupun yang akan terjadi adalah kehendak Allah.

اَلَّذِيْ لَهُ مُلْكُ السَّمَوَتِ وَالْاَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهُ شَرِيْكٌ فِى اْلمُلْكِ وَخَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا

Artinya :

“yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.“ (QS. Al Furqan : 2)

Baca juga : Pengertian Ghibah Lengkap

Macam Macam Takdir

Adapun macam macam takdir diantaranya sebagai berikut.

  1. At-Taqdiirul Anam (Takdir yang bersidat umum)
    Yaitu takdir tuhan untuk seluru alam, dalam arti Dia mengetahuinya, mencatatnya, menghendaki, dan juga menciptakanya.
  2. At-Taqdiirul Basyari (takdir yang berlaku untuk manusia)
    Yaitu takdir yang di dalamnya Allah mengambil janji atas semua manusia bahwa Dia adalah Tuhan mereka, dan menjadikan mereka sebagai saksi atas diri mereka akan hal itu. Serta Allah menentukan di dalamnya orang-orang yang berbahagia dan orang yang celaka.
  3. At-Taqdiirul Umri (takdir yang berlaku bagi usia/umur)
    Yaitu segala takdir (ketentuan) yang terjadi pada hamba dalam kehidupannya hingga akhir ajalnya. Dan juga ketetapan tentang kesengsaraan atau kebahagiaanya.
  4. At-Taqdiirul Sanawi (takdir yang berlaku tahunan)
    Yaitu dalam malam qadar (lailatul qadar) pada setiap tahun ditulis apa yang akan terjadi dalam setahun (ke depan) mengenai kematian, kehidupan, kemuliaan dan kehinaan, rezeki dan hujan, hingga mengenai siapakah orang-orang yang akan berhaji.
  5. At-Taqdiirul Yaumi (takdir yang berlaku harian)
    Yaitu takdir yang dikhususkan untuk semua peritiwa yang akan terjadi suatu hari. Mulai dari penciptaan, rezeki, menghidupkan, mematikan, mengampuni dosa, menghilangkan kekusahan, dan lainya.

Selain takdir diatas, macam macam takdir berdasarkan waktunya ada juga jenis takdir berdasarkan penetapan takdir yang lain. Takdir dibagi menjadi dua yaitu takdir mubram dan muallaq.

  1. Takdir Mubram
    yaitu takdir yang tidak bisa dirubah atau ditawar lagi. Contohnya seperti kematian, kelahiran, jodoh, datangnya hari kiamat.
  2. Takdir Muallaq
    Yaitu takdir yang bisa dirubah dengan jalan ikhtiar. Contohnya jika ingin sukses dalam karirnya maka harus rajin dan kerja keras. Jika ingin pandai maka harus giat belajar, dan lainya.

Tanda Tanda Beriman Kepada Qada dan Qadar

Adapun tanda tanda orang yang meiliki iman kepada qada dan qadar antara lain sebagai berikut.

  • Menaati perintah Allah dan menjauhi segala laranganya.
  • Berusaha dan bekerja keras secara maksimal.
  • Tawakal.
  • Mengisi kehidupan di dunia dengan hal hal positif.
  • Memperhatikan dan mernungkan kekuasaan dan kebesaran Allah.
  • Bersabar dalam mengahadapi cobaan.

Baca juga : Pengertian Israf Lengkap

Adapun ciri-ciri perilaku beriman kepada qada dan qadar antara lain sebagai berikut.

  1. Selalu mawas diri.
    Sikap waspada dalam kehidupan sehari-hari dilakukan karena kita tidak tahu terhadap qada dan qadar Allah. Kita harus menjaga setiap perilaku dan perbuatan kita.
  2. Selalu bersikap kerja keran dan bersemangat untuk maju
    Melakukan segala sesuatu dengan selalu bekerja keras dan bersemangat tidak ada ruginya untuk kesuksesan kehidupan di dunia. Telebih lagi bersemangat beribadah dan bekerja keras untuk kesuksesan akhirat, akan sangat bermanfaat untuk bekal di kehidupan selanjutnya.
  3. Selalu menghindari sikap sombong
    Manusia sama sekali tidak bisa mengetahui tentang qada dan qadar kehidupanya. Hal ini menunjukan betapa lemahnya keadaan manusia, maka tidak pantas manusia bersikap sombong.
  4. Selalu bersikap berani berbuat dan berani bertanggungjawab
    Setiap perbuatan dan usaha yang dilakukan manusia tidak akan luput dari akibat dab konsekuensinya. Kadang berakibat baik dan juga berakibat buruk. Namun bagi orang yang beriman terhadap qada dan qadar maka apapun yang didapatkanya sudah merupakan ketentuan Allah dan yang pantas untuk diterimanya.

Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar

Hikmah beriman kepada qada dan qadar adalah sbagai berikut.

  1. Menumbuhkan kesadaran bahwa bumi, langit dan alam semesta isinya berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah.
  2. Meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah.
  3. Menumbuhkan sikap perilaku terpuji dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa.
  5. Memupuk sikap optimis dan giat bekerja.
  6. Menenangkan jiwa.
  7. Selalu merasa menerima setia yang terjadi pada dirinya, karena ia mengerti bahwa semua berasal dari Allah.

Tak terasa sudah sampai akhir artikel ini. Semoga dari tulisan demi  tulisan diatas dapat kita pelajari dan terapkan di kehidupan sehari hari. Senang sekali rasanya bisa berbagi materi mengenai materi iman kepada qada dan qadar secara lengkap. Sampai ketemu di artikel selanjutnya.