Cara Masuk Surga dengan Mudah

5/5 (1)

Surga adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya ruh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebaikan sesuai ajaran agamanya.

Untuk masuk ke surga juga butuh perjuangan, butuh bekal yang cukup. Taat, beribadah, menjaga akhlak dan beberapa cara masuk surga berikut ini.

Perjalanan menuju surga merupakan perjalanan terjauh yang ditempuh oleh manusia dalam hidup ini. Karena itu, kita membutuhkan jalan pintas agar cepat sampai di surga, tapi adakah jalan pintas itu?

4 Cara Masuk Surga

Cara masuk surga

Para ulama berpendapat ada sebuah amalan khusus yang bisa menjadi jalan pintas menuju surga. Semua amalan ibadah yang disyariatkan Allah pasti memiliki kebaikan, tetapi ada sebuah amalan khusus yang paling Allah cintai sehingga manusia yang mengerjakannya bisa mendapatkan jalan pintas menuju surga.

1. Membantu sesama muslim

Salah satu amalan yang membuat seseorang bisa mencapai surga dengan cepat dan menjadi jalan pintas adalah membantu kesusahan yang dialami oleh sesama muslim.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda.

أحبُّ الناسِ إلى اللهِ تعالى أنفعُهم للناسِ وأحبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ يُدخلُه على مسلمٍ أو يكشفُ عنه كُربةً أو يقضي عنه دَينًا أو يطردُ عنه جوعًا ولأن أمشيَ مع أخٍ في حاجةٍ أحبُّ إليَّ من أن أعتكفَ في هذا المسجدِ ( يعني مسجدَ المدينةِ ) شهرًا ومن كفَّ غضبَه ستر اللهُ عورتَه ومن كظم غيظَه ولو شاء أن يمضيَه أمضاه ملأ اللهُ قلبَه رجاءَ يومِ القيامةِ ومن مشى مع أخيه في حاجةٍ حتى تتهيأَ له أثبت اللهُ قدمَه يومَ تزولُ الأقدامُ

“Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan ke dalam diri seorang muslim atau engkau menjalankan suatu kesulitan atau angka melunasi hutang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menunaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku ber i’tikaf di masjid ini, yaitu Masjid Madinah selama 1 bulan.” ( HR. Ath Thabrani 6/139, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/575) [sumber]

Dari sini kita bisa memahami, memberikan manfaat dan kebaikan kepada sesama muslim itu lebih dicintai daripada beritikaf sebulan penuh di Masjid Nabawi.

Syaikh ‘Utsaimin menjelaskan, kenapa amalan membantu saudara kita selama 1 hari itu lebih dicintai Allah dibandingkan beritikaf selama 1 bulan di masjid?

Karena sesungguhnya ketika kita membantu sesama muslim atas kebutuhan dunia yang ia butuhkan, maka manfaatnya itu dirasakan oleh orang lain. Sedangkan ketika kita i’tikaf di Masjid Nabawi selama 1 bulan manfaatnya hanya dirasakan oleh diri sendiri.

Dari sini kita mengetahui amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh orang lain, dibandingkan amalan yang hanya bermanfaat secara Individual.

Kita bisa memahami betapa besar dan beratnya ber I’tikaf selama sebulan penuh di Masjid Nabawi. Tetapi berdasarkan hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam ada amalan yang lebih utama daripada itu, yaitu ketika kita mampu membantu saudara sesama muslim yang sedang dilanda kesusahan.

Inilah amalan yang luar biasa dan menjadi jalan pintas menuju surga. Sekali lagi, membantu saudara Muslim dalam urusan dunianya dan menegakkan agama Allah lebih utama daripada itikaf sebulan penuh di Masjid Nabawi.

Dari sini kita paham bahwa agama Islam dan sunnah nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam bukanlah agama egois dan Individual. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mementingkan diri sendiri dan tidak peduli kepada orang lain.

Baca: Iman kepada kitab Allah

Jangan pernah berharap akan masuk surga sendirian, karena sesungguhnya seluruh penghuni Surga itu saling mencintai didunia dalam bingkai ketaatan. Makanya jangan pernah berharap akan masuk surga karena sholat, puasa dan dzikir semata tanpa pernah memikirkan cara untuk meringankan cobaan yang sedang dialami sesama muslim.

Sebelum terlambat, kita harus melakukan muhasabah dan introspeksi. Sudahkah kita bermanfaat kepada sesama muslim?

Seseorang yang rutin dan rajin hadir di kajian, namun hati tidak tergerak untuk membantu sesama, maka sesungguhnya ia telah gagal dalam menuntut ilmu.

Para ulama terdahulu berkata jika engkau menjadi seorang mukmin, jadilah seseorang seperti sungai dan jangan pernah menjadi seperti sumur. Kalau kita melihat sumur sejatinya airnya susah untuk dimanfaatkan. Ketika seseorang ingin mengambil air dari sumur harus menggunakan alat, misalnya timba atau pompa.

Tetapi beda dengan sungai, air sungai mudah dimanfaatkan tanpa peralatan. Untuk mengambil airnya cukup dengan tangan, kita bisa meminum air sungai, kita juga bisa memancing ikan di sungai bahkan sungai bisa digunakan untuk berenang.

Inilah yang menunjukkan keindahan Islam, jika semua memahami bahwa membantu saudara sesama Muslim itu merupakan salah satu jalan pintas menuju surga niscaya akan hilang kesedihan dan kesusahan.

Karena sesama umat muslim bersemangat meringankan kesulitan dan cobaan yg menimpa saudara. Kalau kita perhatikan lebih mendalam dan memahami teladan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, maka kita akan mengerti bahwa salah satu tujuan ibadah itu membantu dan meringankan beban dari saudara sesama Muslim.

Sunnah nabi itu memberikan senyuman kepada orang lain, berbuat baik kepada tetangga, sehingga mereka mendapatkan manfaat dari kita. Nabi juga memerintahkan agar umatnya berkata yang baik, jika tidak bisa lebih baik diam.

Jika kita renungkan semua perintah yang disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam itu tujuannya agar seorang muslim bisa bermanfaat bagi saudaranya.

Oleh karena itu, jangan pernah kita berpikir bahwa kita akan masuk surga hanya bermodalkan sholat yang kita dirikan. Begitu pula ketika cara masuk surga dengan mengandalkan puasa, betapa sering kita berpuasa tetapi kurang ikhlas bahkan ternodai oleh sifat Riya.

2. Sebarkan salam

Salam

Memberi salam merupakan salah satu bentuk kasih sayang sesama muslim. Setidaknya kita memberikan senyum ketika kita berpapasan dengan orang lain. Rasulullah juga memerintahkan kita untuk sebarkan salam walaupun kepada orang yang tidak dikenal.

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk jannah hingga kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (Hadist riwayat muslim no. 54)

Dalam islam juga terdapat adabnya.

  • Apabila ada yang memberikan salam kepada kita dalam kondisi sendiri, maka kita wajib menjawab nya karena menjawab salam dalam kondisi tersebut hukumnya adalah fardu ‘ain.
  • Apabila mengucapkan salam terhadap suatu perorangan atau kelompok, maka hukum menjawabnya adalah fardu kifayah.
  • Ucapkan salam secara lengkap, jangan disingkat seperti Ass..wr.wb, asskum. dll

يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِى ، وَالْمَاشِى عَلَى الْقَاعِدِ ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yang berjalan. Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk. Kelompok yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak.” (HR. Bukhari no. 6233 dan Muslim no 2160)

Baca juga: Adab salam dalam islam

3. Sambung silahturrahim

Menyambung silahturahim merupakan amalan yang sangat disukai Allah Ta’ala. Bahkan dalam riwayat hadist menyebutkan orang yang memutus silahturahim diancam tidak akan masuk surga.

لا يدخلُ الجنةَ قاطعُ رحمٍ

“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahim” (HR. Bukhari – Muslim).

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Al Quran surah an-Nisa ayat 36)

4. Perbaiki sholat wajib dan lakukan sholat malam

Sholat wajib adalah sholat yang dilakukan pada waktu tertentu sebanyak lima kali sehari. sholat ini hukumnya fardhu ‘ain (wajib), yakni wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang telah menginjak usia dewasa (pubertas), kecuali berhalangan karena sebab tertentu.

Sholat malam meliputi sholat isya, subuh, tahajud dan lainya. Seorang muslim yang beriman kepada Allah dan berusaha melakukan sholat wajib dengan sempurna dan mengerjakan sholat malam, maka Allah akan ampuni dosa-dosanya dan akan masuk kedalam surga-Nya.

أيها الناس، أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلُّوا بالليل والناس نيام, تدخلوا الجنة بسلام

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahim, sholatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah, At Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Kesimpulan

Sebagai seorang muslim, kita selayaknya mencontoh sikap, sifat dan tindakan Rasulullah atau biasa disebut sunah rasul. Dalam Al Quran juga terdapat perintah-perintah Allah dan larangan yang harus kita ketahui.

Dengan cara diatas smoga kita akan kembali ke asal mula kita, yaitu surga. Cara masuk surga diatas bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a’lam.

Berikan Nilai Anda

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.