Kisah Nabi Adam Memakan Buah Khuldi

4/5 (1)
Kisah nabi adam memakan buah khuldi

Nabi adam memakan buah khuldi dan di usir dari surga.

Dalam kisah Nabi Adam sebelumnya dikisahkan bahwa iblis telah terusir dan menjadi sangat dendam. Nabi Adam kemudian mendiami surga di mana beliau tidak akan kelaparan, tidak akan sakit dan tidak akan merasakan panasnya matahari.

Setelah sekian lama tinggal di dalam surga, Nabi Adam merasa kesepian walaupun sudah bersama dengan para malaikat. Dengan kehendak Allah, Nabi Adam mendapat seorang pendamping di dalam surga.

Malaikat bertanya-tanya kepada Nabi Adam, siapakah yang telah menjadi pendamping Nabi Adam tersebut?

Malaikat: “Wahai Adam, siapakah gerangan yang mendampingimu itu?”

Nabi Adam AS: “Dialah Hawa, seorang istri yang diberikan Allah kepadaku.”

Beliau dengan Ilham dari Allah menjawab, bahwa istrinya tersebut bernama Hawa. Sejak saat itu Adam dan Hawa mendiami surga dalam hidup penuh kebahagiaan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melimpahi surga dengan segala hal yang menjadi kebutuhan Adam dan Hawa.

Namun dari segala kenikmatan tersebut terdapat sebuah pohon yang disebut Pohon Khuldi yang terlarang didekati oleh Adam dan Hawa. Allah memperingatkan bahwa Adam dan Hawa akan celaka dan termasuk ke dalam orang yang zalim bila mendekati dan memakan buah dari pohon tersebut.

Awal mula nabi Adam memakan buah khuldi

Adam dan Hawa awalnya hidup tenteram dan nyaman di surga. Namun suatu waktu setan yang merupakan salah satu golongan iblis yang terkutuk mendatangi Adam dan Hawa. Setan berusaha menggoda dan menjerumuskan Nabi Adam dan Hawa.

Setan: “Wahai Nabi Adam.. Dekatilah pohon tersebut dan makanlah buah yang enak itu.”

Setan membandingkan Nabi Adam dan Hawa sebagai manusia dengan para malaikat. Bahwa Malaikat akan menjadi penghuni surga yang abadi sedangkan Nabi Adam dan Hawa akan menjadi khalifah di bumi.

Setan: “Hai Nabi Adam.. Maukah kamu hidup seperti malaikat yang kekal abadi di surga?”

Nabi Adam AS: “Bagaimana caranya..? Apakah kau sungguh mengetahuinya?”

Setan: “Benar.. sesungguhnya saya tahu caranya. Dekatilah pohon tersebut dan makan buah khuldi yang enak itu.”

Para malaikat hidup dengan nikmat tiada henti dengan hidup abadi di surga. Setan mengatakan bahwa ia tahu caranya agar Nabi Adam dan Hawa bisa seperti Malaikat. Setan mengatakan bahwa Nabi Adam dan Hawa harus mendekati pohon khuldi.

Setan juga membujuk mereka untuk memakan buah khuldi dari pohon tersebut. Akhirnya Adam dan Hawa tergoda untuk memakan buah dari pohon khuldi.

Setelah memakan buah dari pohon tersebut, kemudian terbukalah aurat Nabi Adam dan Hawa. Karena muncul rasa malu dengan susah payah Nabi Adam dan Hawa berusaha menutupi aurat yang tampak itu dengan dedaunan yang ada di sekitar mereka.

Nabi Adam AS: “Ehhhh… kenapa dengan pakaianku.. di mana pakaianku..”

Seketika sadarlah Nabi Adam dan Hawa akan kesalahan yang telah mereka perbuat. Larangan yang Allah peringatkan justru tidak dihiraukan. Pohon yang sama sekali tidak boleh di dekati justru dimakan buahnya.

Nabi Adam AS: “Ya Allah Ya Tuhanku.. Ampunilah kesalahanku ini. Terimalah taubatku ini”

Rasa penyesalan pun muncul, Nabi Adam dan Hawa kemudian bertobat dan memohon ampunan Allah. Allah memberikan ampunan-Nya serta menjatuhkan hukuman yakni memerintahkan Adam dan Hawa pergi dari surga dan turun ke bumi.

Berbekal pengetahuan dan beberapa kalimat dari Allah, Nabi Adam dan Hawa turun ke muka bumi. Saat diturunkan ke bumi, Nabi Adam dan Hawa berada di dua tempat yang berbeda. Nabi Adam merasa kehilangan dan mencari-cari keberadaan Hawa. Sedangkan Hawa juga mencari cari keberadaan Adam.

Baca juga: Kisah nabi Adam diciptakan

Di muka bumi yang luas itu, mereka terus-menerus saling mencari. Terhitung selama 40 hari barulah kemudian mereka berjumpa di sebuah bukit yang disebut Jabal Rahmah. Nabi Adam dan Hawa akhirnya berkumpul dan menyatu kembali seperti sewaktu mereka di dalam surga.

Allah kemudian menjadikan Adam sebagai seorang Nabi pertama di muka bumi. Nabi Adam dan Hawa kemudian dikaruniai beberapa keturunan. Hampir semua anak Nabi Adam dan Hawa terlahir sebagai anak kembar laki-laki dan perempuan.

Setelah beberapa pasang anak Nabi Adam dan Hawa lahir, mereka semua hidup sesuai dengan ajaran dan petunjuk-petunjuk dari Allah. Nabi Adam Mulai mengajarkan kepada anak-anaknya agar mengikuti perintah Allah.

Nabi Adam As: “Wahai Anakku.. Apakah kau tahu siapa musuh nyata dan abadi manusia?”

Anak Nabi Adam: “Tidak Ayah.. siapakah itu Ayah?”

Nabi Adam As: “Mereka adalah setan dari golongan iblis. Setan akan terus menggoda manusia agar terjerumus ke dalam perbuatan terlarang Allah (maksiat).”

Selain itu beliau juga mengingatkan bahwa manusia memiliki musuh yang nyata dan Abadi yakni setan yang terkutuk. Golongan iblis yakni setan, tidak akan pernah berhenti dan tidak akan pernah menyerah sampai hari kiamat untuk mengajak keturunan Nabi Adam kepada kesesatan.

Berikan Nilai Anda

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.